Penyusunan anggaran (budgeting), Manajemen risiko, Analisiskelayakan usaha (feasibility study) danKonsultansi pengendalian internal.
- Penyusunan Anggaran (Budgeting)
Budgeting adalah proses merencanakan keuangan perusahaan untuk periode mendatang (biasanya satu tahun).
Apa yang dilakukan : Menetapkan target pendapatan, merinci proyeksi biaya operasional, dan mengalokasikan modal untuk investasi.
Tujuannya : Sebagai alat kendali agar pengeluaran tidak "pasak daripada tiang" dan memastikan setiap divisi memiliki panduan keuangan yang jelas.
Setiap bisnis pasti menghadapi ketidakpastian. Manajemen risiko adalah proses mengidentifikasi dan memitigasi potensi bahaya tersebut.
Apa yang dilakukan : Menganalisis risiko pasar, risiko operasional (seperti kerusakan mesin), hingga risiko hukum. Setelah diidentifikasi, konsultan akan menyarankan apakah risiko tersebut harus dihindari, dikurangi, atau dialihkan (misalnya melalui asuransi).
Tujuannya : Meminimalkan dampak negatif yang bisa menghentikan keberlangsungan bisnis atau merugikan secara finansial.
- Analisis Kelayakan Usaha (Feasibility Study)
Layanan ini sangat krusial sebelum perusahaan memulai proyek baru, meluncurkan produk, atau membuka cabang.
Apa yang dilakukan : Melakukan riset mendalam dari aspek pasar (apakah ada pembelinya?), aspek teknis (bisakah kita membuatnya?), dan aspek finansial (kapan modalnya kembali atau Payback Period).
Tujuannya : Memastikan investasi yang dilakukan tidak sia-sia dan memberikan gambaran apakah sebuah ide bisnis layak diteruskan atau tidak.
- Konsultansi Pengendalian Internal
Ini adalah sistem "polisi dalam" perusahaan untuk memastikan semua berjalan sesuai jalur.
Apa yang dilakukan : Mengevaluasi efektivitas struktur organisasi, memisahkan tugas (agar orang yang memegang uang bukan orang yang mencatat uang), dan memastikan kepatuhan terhadap kebijakan perusahaan.
Tujuannya : Mencegah terjadinya kecurangan (fraud), pencurian aset, dan kesalahan fatal dalam pelaporan data yang bisa menyesatkan pimpinan.